Total Tayangan Laman

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

warna-warni

kunjungan anda

gelembung

cursor

Mini Rage Face Cuteness Overload Smiley

Blogroll

Translate

Pengikut

RSS

Pages

Danau Lindung Empangau Juara Nasional

 
 
PONTIANAK - Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Danau Lindung Empangau, Bunut Hilir, Kapuas Hulu menjadi juara Pokmaswas tingkat nasional tahun 2011. Mereka dinilai berhasil pada aspek sosial berupa penegakkan aturan pelestarian dan pemanfaatan perikanan yang jadi konsensus bersama sebagai hukum adat.  “Masyarakat Nanga Empangau juga menerapkan sistem pengelolaan danau berupa zonasi inti perlindungan, zona penyangga, serta zona pemanfaatan sebagai andalan mata pencaharian termasuk menjaga eksistensi arwana merah sebagai ikan khas Kalbar,” ujar Kabid KP3K dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Dionisius Endy.

Melalui Surat Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan tanggal 16 November 2011, Danau Lindung Empangau ditetapkan bahwa sebagai juara Pokmaswas nasional 2011. Edny mengatakan, hal tersebut apresiasi bagi Kalbar terhadap potensi sumberdaya alam khususnya sektor kelautan dan perikanan. “Sekaligus pengakuan tertinggi bagi sumberdaya manusia terutama keberhasilan kelompok masyarakat pengawas perikanan berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.

Pada upacara peringatan Hari Nusantara di Dumai Provinsi Riau 13 Desember 2011 nanti, Pokwanas Danau Lindung Empangau akan mendapatkan penghargaan. Hari Nusantara merupakan peringatan bersejarah berdasarkan Deklarasi Djuanda saat dicetuskan 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia, Djuanda Kartawidjaja. Deklarasi Djuanda menyatakan secara tegas kepada dunia, bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia sebagai kesatuan NKRI, atau Negara Nusantara (Archipelagic State).

“Untuk tahun ini telah diagendakan kehadiran Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono selaku inspektur upacara Hari Nusantara di Dumai, dilanjutkan pemberian penghargaan termasuk kepada Juara Pokmaswas 2011 dari Kalbar,” ucap Endy.  Salah satu kearifan lokal dalam perlindungan Danau Empangau adalah surat perjanjian masyarakat sekitar. Endy menyitir salah satu perjanjian tersebut.

Dengan ini saya bernama SY, laki-laki umur 32 tahun, pekerjaan swasta, bertempat tinggal di Dusun Nanga Empangau, Desa Teluk Aur Kecamatan Bunut Hilir. Menyerahkan beberapa jenis dari harta saya untuk pembayaran denda atas perbuatan mencuri satu ekor induk ikan siluk di Danau Lindung Nanga Empangau. Adapun sebagai pembayaran adalah : (1) Satu bidang kebun di Kirin Pantak; (2) Satu set televisi beserta digital; dan (3) Sampan berikut mesin suzuki 2,2 PK. Demikian surat ini dibuat di hadapan kepala Desa Teluk Aur, Ketua Kontak Tani Nelayan Nanga Empangau, serta pemuka masyarakat tanggal 16 Januari 2006. “Cuplikan surat perjanjian tersebut adalah bukti dari pemberdayaan kearifan lokal yang masih tetap berlaku,” katanya.(hen)



sumber : pontianakpost.com
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar