Blogger Widgets
Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Kamis, 21 Maret 2013

Waspadai Depresi Penghantar Mati





Anda sehat secara fisik? Syukur, allhamdulillah. Tapi, jangan merasa tenang dulu. Pasalnya, dewasa ini kesehatan jiwa justru menjadi wabah bisu alias silent epidemics yang sewaktu-waktu dapat “mencabut” nyawa anda.
Di seluruh dunia, kematian akibat gangguan kejiwaan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Diprediksi, posisinya sebagai beban penyakit global pada 2020 bakal menempati peringkat kedua dibawah penyakit jantung koroner.
Berdasarkan riset, penderita depresi di Indonesia mencapai 27 persen dari jumlah penduduk, sedangkan didunia sebesar 350 juta orang (republika, idem). Riset Kesehatan Dasar 2007 menyebut, prevalensi nasional penderita gangguan mental emosional (cemas dan depresi) pada penduduk berusia lebih dari 15 tahun mencapai 11,6 % (sekitar 20 juta orang). Paling tinggi di Jawa Barat (20 %) dan terendah dikepulauan Riau (5,1 %). Yang mengalami gangguan jiwa berat 0,46 % (sekitar satu juta jiwa).

Gejala
            Salah satu gangguan kejiwaan yang saat ini melanda hamper semua lapisan masyarakat adalah stres atau depresi. Depresi merupakan gangguan mental atau gangguan suasana perasaan yang tidak dapat dikendalikan sehingga bias mengganggu kegiatan sehari-hari.
            Tiga gejala utama depresi yakni kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu disukainya, kehilangan energi dan perasaan murung. Penderitaannya selalu merasa sedih, mudah lelah, loyo, hilang kegembiraan, tidak percaya diri, mengalami gangguan tidur, makan, pandangan masa depan suram, sulit konsentrasi, merasa bersalah, serta percobaan bunuh diri.
            Pada dasarnya siapa saja bias terserang depresi, tetapi volume terbesar melanda saat usia produktif. Meski begitu, depresi kini menuru pada tingkat usia  yang lebih rendah, tidak lagi monopoli warga berusia 30 tahun keatas, tetapi bias menimpa remaja (kompas.com 8-10/10/2012).
Perempuan, berdasar penelitian, lebih rentan terkena depresi disbanding laki-laki. “Faktor risiko terserangnya gangguan tersebutlebih banyak dialami wanita karena faktor bilogis penyebab depresi lebih besar daripada laki-laki,” ujar Dr. Jenny Maria CS Immanuel, Bandarlampung, Sabtu (Republika.co.id, 6/10/2012).
Ia mencontohkan, wanita lebih cepat marah ketika mendekati menstruasi karena system dan zat-zat kimia seperti Norepinephrine, serotin dan Dopamine bersatu. “pada saat itu wanita lebih cepat marah karena zat-zat tersebut berkaitan dengan kecemasan, fungsi pikiran, dorongan, nafsu makan serta gairah seks menjadi satu, sehingga menimbulkan kegelisahan yang tidak menentu,” kata dia (republika, idem).
Mirisnya, gangguan jiwa ini buka hanya menyerang secara individualistik, melainkan sudah menjadi fenomena massal. Artinya, gangguan kejiwaan telah mengancam masyarakat komunal. Depresi sudah menjadi gejala massal. Mulai anak-anak hingga dewasa dilanda stress.

Pemicu Depresi :
1.     Penerapan kebijakan yang kapitalistik
2.     Tidak adanya keadilan dan kesejahteraan
3.     Persaingan hidup yang ketat
Ada begitu banyak gejala yang menandakan ketidakberesan pada mental bangsa ini. Fenomenanya berupa : maraknya kasus bunuh diri, tawuran, kekerasan dalam rumah tangga, kesurupan, trauma akibat bencana, kriminalitas yang kian sadis, terorisme, ambang toleransi rendah terhadap perbedaan, memudarnya rasa malu, perilaku serakah lewat korupsi dan seterusnya.
Makin banyak orang yang mudah tersinggung, mengamuk, dan kian agresif. Atau sebaliknya, menjadi mudah menyerah dan mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Termasuk, meluasnya penggunaan narkoba sebagai coping mechanism untuk pelariandari tekanan jiwa, menunjukan depresi individual maupun massal serta yang terselubung makin serius dimasyarakat.
Walhasil, jangan heran jika fakta menunjukan, dewasa ini jumlah orang gila makin menggila. Penghuni rumah sakit jiwa makin berjejal. Psikolog dan psikiater makin laris. Kasus-kasus bunuh diri, “mati mendadak” atau pembunuhan sadis juga semakin mengganas, dimana melibatkan anak-anak, remaja dan dewasa.

Pemicu
            Melihat realitas diatas, penyebab gangguan mental ini jelas bukan lagi persifat individual, melainkan sangat sistemik. Memang, setiap manusia mengalami masalah individual. Namun, sumber dari segala sumber masalah utama adalah penerapan sistem sekulerkapitalistik, dimana sistem ini memisahkan agama dari kehidupan. Padahal semua tahu, agama adalah sumber kebaikan, kebajikan dan kemaslahatan umum.
Sebaliknya, diterapkan berbagai tatanan kehidupan serba kapitalistik dan eksploitatif yang membawa kehancuran. Bukti sudah banyak bicara, bahwa sistem ini tidak membawa kemaslahatanbagi umat manusia, bahkan memicu stress massal. Diantara pemicu depresi massal itu adalah :

1.     Penerpan Kebijakan yang Kapitalistik
Ambil contoh stress pada anak didik, mulai pelajar hingga maahasiswa. Salah satu stress yang melanda anak-anak adalah disebabkan penerapan system pendidikan yang tidak proanak. Psikiater Prof Dr dr LK Suryani SpKj berpandang, dewasa ini terjadi kecenderungan semakin muda usia penderita sakit kejiwaan karena anak-anak tidak siap menerima beban pelajaran di sekolah (republika.co.id, 13/9/2012)
Ia menemukan, ada anak SD yang gila. Penyebab terbesarnya karena beban pelajaran sekolah, anak-anak dituntut cepat bias membaca, menulis dan berhitung. Kecenderungan para orang tua, menuntut agar anak nya paling hebat secara akademis, padahal pandai saja sebenarnya tidak cukup. Justru menjadikan anak mandiridan kreatif jauh lebih penting.
Pelajar dan mahasiswa yang suka tawuran, pada hakikatnya juga sebagai pelampiasan depresi mental. Hanya karena ingin eksis dan diakui mereka menjadi pribadi yang beringas.

2.     Tidak Adanya Keadilan dan Kesejahteraan
Kemiskinan hampir selalu memicu stress. Betapa pusing warga marginal memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokoknya demi menyambung nyawa. Gelandangan, pengemis dan orang gila dari kalangan mereka berkeliaran dimana-mana.
Namun, kekayaan juga bukan ukuran ketenangan jiwa. Cendekiawan Jalaluddin Rakhmat mengungkapkan penelitian di AS, semkin bertambahnya kesejahteraan masyarakat tidak berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan. Makin tinggi taraf hidup justru makin menambah tingkat depresi yang dialami masyarakat.
Kesepian dan depresi itulah yang membuat seseorang manusia bisa kehilangan makna hidupnya. Pintu keluarnya bias bunuh diri, mangkir kerja atau membolos dari sekolah, mengamuk, melakukan pembunuhan massal  
Budayawan Komarudin Hidayat berpandang, depresi makin menggejala di Indonesia karena pembangunan kota, demografi, harapan yang timpang dengan kenyataan, media dan emosi masyarakat saling terkait.
penghuni kota kehilangan kepekaan sosial. Di Jakarta yang menjadi pusat banyak aktivitas dan padat penduduknya, misalnya, hidup individu digiring menjadi kompetisi tanpa henti, mulai dari kompetisi di jalan raya, di lahan parkir, memperebutkan jabatan, materi dan ruang (kompas, idem)
 
3.     Persaingan hidup yang ketat
Saat ini perubahan yang cepat dalam berbagai bidang, kemunduran sosial-ekonomi dari efek globalisasi, kompetisi superketat, dan ketidakpastian masa depan, membuatsebagian msyarakat tidak mampu menghayati kebahagiaan lagi. Semua ini menjadi faktor pencetus depresi.
Mental kesegaran (immediacy) dan pola piker yang terdistorsi, menjadi semacam gaya hidup serta cara pandang yang justru kian diterima, seakan menciptakan norma baru dan diserap menjadi semacam kebenaran semu. Kita kehilangan system masyarakat yang tenang dan semakin jauh dari budaya intropeksi sebagai landasan untuk maju menghadapi tantangan.
Mental kesegaran bisa kita lihat saat orang ingin serba cepat : cepat kaya, cepat berkuasa, cepat sembuh, cepat populer, dan sebagainya. Mereka berharap semua bisa dicapai secara instan dan mudah, bukan lewat cara yang berorientasi pada proses dan daya juang. Akibatnya banyak yang nekat, mulai menipi, memeras, menjual diri, atau membunuh orang.

Ganti Sistem
            Di Indonesia, baik pemerintah maupun masyarakat justru abai dan lalai dalam menghadapi calon krisis nasional ini. Kesehatan jiwa belum serius ditangani. Memang, Departemen Kesehatan sudah memasukannya sebagai penyakit primer. Di beberapa layanan kesehatan juga sudah diadakan penanganan terhadap pasien gangguan jiwa.
            Namun, tentu itu hanya mengatasi secara individual. Sementara akar pemicu masalahnya belum dicabut, yakni system hidup yang rusak dan batil. Jika menginginkan masyarakat sehat fisik dan mental secara sempurna, akar masalah pemicu gangguan kesehatan jiwa harus dicabut hingga keakarnya. Yakni, dengan mengganti system sekular kapitalistik dengan system islam secara totalitas.

Sikap Muslimah   
            Sebagai manusia, mustahil menghindari masalah. Tiada hari tanpa persoalan hidup. Jadi, jika secara individu kita mengalaminya, itu wajar belaka. Dan bagi muslimah, kondisi ini harus dipahami dengan benteng iman dan takwa. Beban apapun dipundaknya hendaklah dijalankan dengan ringan hati, ikhlas dan tawakal.
            Ingatlah firman Allah SWT : “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberi rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (TQS. Ath-Thalaaq:2-3).
            Tancapkan keyakinan dalam diri bahwa setiap permasalahan tidak  lain sebagai ujian keimanan. Apabila kita sabar dan menjalaninya dengan baik, insya Allah lolos dalam ujian tersebut sehingga keimanannya meningkat. Karena setiap orang beriman akan diuji Allah.
            Allah SWT berfirman : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (TQS. Surat Al-Baqarah : 155).
            Semua ujian adalah penghapus dosa. Ikhlas dan ridho menerima segala ujian dan cobaan dari Allah, karena semua itu adalah sebab dihapusnya dosa. Nabi SAW bersabda : “Semua kecemasan, kegalauan, rasa capek, sakit, kesedihan dan gangguan yang dialami oleh seorang muslim sampai-sampai duri yang menusuk kakinya adalah penyebab Allah akan menghapus dosa-dosanya”.  Wallahualam. 

Kiat Ampuh Mengatasi Stres Secara Islami


    
        Islam memiliki cara ampuh untuk mengatasi stres dan permasalahan yang berkaitan dengan faktor kejiwaan dan emosional lainnya. Seperti marah, putus asa, sedih, gundah gulana, kecewa, dsb. Al-quran dan Hadist bahkan  mengajarkan  banyak  amalan untuk meraih ketenangan lahir batin. Karena itu, tidak ada kiat jitu mengatasi persoalan hidup selain mencontoh apa yang diajarkan Rasulullah SAW. Nah, beberapa tips berikut bisa dilakukan untuk mengusir suntuk secara islami.

Berwudhu       
Begitu hati gundah , marah atau perasaan tidak stabil lainnya, segeralah berwudhu. Rasakan nikmatnya kesejukan air memasahi kepala dan mendinginkan pikiran. Berdoalah sehabis wudhu.

Shalat
Shalat merupakan penawar stres yang dirkomendasikan Allah SWT dalam Al-quran seperti surat Al-Baqarah ayat 153 : “Hai orang-orang yang beriman,  mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. Apabila masuk waktu shalat fardhu, segera shalat. Apabila diluar waktu shalat, lakukan shalat sunat 2 atau 4 rakaat, baik itu shalat wudhu, duha, tahajud, istikharah, dan sebagainya. Usahakan khusuk dan tenang. 

Dzikir dan Berdoa
Lantunkan dzikir dengan khusuk, akhiri dengan doa sepenuh hati. Curhatlah kepada Allah agar persoalan yang dihadapi cepat teratasi. Berdoalah dengan penuh harap. Tak perlu ragu tumpakan air mata. Hanya Allah SWT tempat meminta pertolongan dan sebaik-baik penolong. Firma-Nya : “ Orang-orang  yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (TQS. Ar-Ra’du:28).

Tadarus  Al-Qur’an
Kitabullah juga merupakan obat mujarab penyakit hati, termasuk stres. Bacalah Al-quran dengan tartil, rasakan sampai menyusup ke qalbu. Jika perlu pilih nash-nash yang menggugah jiwa, seperti tetang surga-neraka. Baca pula terjemahannya agar memahami maknanya hingga menyempurnakan ketenteraman. 

Sedekan dan Berbagi
Ambilah uang di dompet, sedekahkan kepada fakir miskin. Apalagi jika harta duniawi yang menjadi biang kerok stres Anda. Cobalah ikhlas jika kehilangan harta, karena semakin banyak harta, semakin berta hisab dan ujiannya. Penerimaan sedekah Anda rasa syukur dan mendoakan kebaikan bagi Anda.
Firman Allah SWT : “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (TQS. Ath-Thalaaq:2-3).

Silaturahim
Keluarlah dari rumah dan kunjungilah tetangga, kerabat, sahabat atau orang kepercayaan Anda, semisal guru ngaji. Mungkin Anda tak bermaksud curhat atas persoalan yang membelit Anda, tapi bertamu dan bercengkerama dengan mereka akan sedikit menghilangkan kesuntukan.
Firman Allah SWT : “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisaa’4:1).
Juga sabda Rasulullah SAW : “Baragsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”

Telepon Kerabat, Sahabat atau Orang Kepercayaan
 Kalau Anda tidak bisa silaturahim, teleponlah orang kepercayaan Anda. Terutama pihak yang mampu memompa motivasi, inspirasi dan kepercayaan diri Anda kembali. Sedikit mencurahkan unek-unek akan menghilangkan banyak kegalauan.

@semoga kita terhindar dari segala kegalauan yang menimbulkan stress@


Sumber : Buletin Cermin Wanita Shalihah 

Selasa, 22 Mei 2012

Menyiapkan Satelit dalam 17 Bulan



Nama Indonesia mendunia setelah memiliki satelit komunikasi domestik dari Kennedy Space Center, Florida. Peresmian penggunaanya baru 17 Agustus 1976, bertepatan HUT Kemerdekaan RI ke-31. Pilihan membeli satelit dianggap keputusan tepat saat itu karena Indonesia adalah negara kepulauan terpanjang di dunia dengan penduduk 130 juta jiwa (terbesar kelima saat itu).
Teknologi satelit buatan Boeing Satellite System ini identik dengan satelit Anik dan Westar milik Kanada dan Amerika Serikat saat itu. Bahkan roket peluncurannya pun sama, yakni Delta 2914. Menariknya, pemerintah Indonesia baru memesannya awal Februari 1975, berupa dua satelit (dengan Palapa-A2), satu pusat pengendali, dan Sembilan stasiun bumi. Alhasil, Boeing hanya punya waktu 17 bulan, yang kabarnya menjadi proyek tercepat yang pernah dikerjakan perusahaan di Chicago itu.
Satelit ini tingginya 3,5 m dan diameter 2 m. Beratnya saat diluncurkan mencapai 574 kg, namun menjadi 297 kg di orbit. Palapa-A1 baru berhenti beroperasi Mei 1985 atau hamper 2 tahun dari waktu yang seharusnya. Sementara Palapa-A2 yang diluncurkan Maret 1977, baru berhenti Januari 1988 atau empat tahun dari masa operasi idealnya.

Rabu, 04 April 2012

Sulitnya Merancang Monas

 

            Mungkin tak banyak orang menyadari, bahkan penduduk Jakarta sekalipun, bahwa bentuk Tugu Monumen Nasional (Monas) sesungguhnya mengambil falsafah lingga-yoni. Lingga yang vertikal melambangkan alu atau alat penumbuk padi, sedangkn yoni melambangkan lesung. Di masa lalu, alat itu menjadi perangkat yang dimiliki hampir semua rumah tangga. Lingga-yoni juga nerupakan lambang kesuburan dalam budaya masa silam.
            Cikal bakal Monas tak lepas dari keberadaan Lapangan Gambir yang dibangun tahun 1920-an. Tahun 1954 mulai muncul wacana untuk membangun tugu dan terbentuklah Panitia Tugu Nasional. Rancangan tugu sempat disayembarakan dua kali (1955 dan 1960) tapi tidak ada pemenang. Hingga akhirnya panitia yang disebut Tim Yuri sepakat menugasi dua arsitek terkemuka Soedarsono dan Ir.F. Silaban untuk membuat gambar rancangan. Sebagai keputusan akhir, Ir. Soekarno sebagai ketua Tim Yuri memilih gambar rancangan Soedarsono.
            Tugu Monas yang mengambil angka-angka 17, 8, dan 45 dalam dimensi arsitekturnya, mulai dibangun Agustus 1959 dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden Ir. Soekarno. Namun Monas baru diresmikan dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto. Pembangunan Monas sendiri memang terbagi menjadi tiga tahap, Pertama (1961-1965) yang dananya berasal dari sumbangan masyarakat, serta kedua (1966-1968) dan ketiga (1969-1976) yang memakai anggaran Pemerintah Pusat.
          
  Satu hal yang sering menjadi pembicaraan sekilas tentang Monas adalah tentang “lidah api” dipuncaknya. Bentuk lidah api tersebut terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton yang dilapisi emas seberat 35 kg. Emas yang terlihat menyala oleh sinar lampu dan sering jadi pembicaraan itu merupakan sumbangan dari berbagai pihak.

Kegunaan dan Efek Samping Bahan kimia

·        Bahan kimia

Semua materi atau benda di lingkungan sekitar kita sebenarnya mengandung bahan kimia, baik dalam jumlah kecil maupun dalam jumlah besar. Akan tetapi dalam materi kali ini, bahan kimia yang kita maksudkan adalah bahan kimia hasil olahan teknologi industri.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai dan menggunakan produk olahan industri yan dari setiap yang mengandung bahan kimia. Deterjen, sabun mandi, sampo, pasta gigi, kosmetik, pembersih lantai, dan juga pembersih serangga, semuanya adalah contoh produk industri yang mengandung bahan kimia. Apakan bahan kimia yang digunakan tersebut memberikan efek samping bagi penggunanya ? Untuk dapat mengetahuinya, kita perlu mempelajari tentang jenis, sifat-sifat, kegunaan, dan efek samping dari setiap produk bahan kimia yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Bahan kimia di golongkan menjadi 2 macam, yaitu :
1.     Bahan kimia alami adalah bahan kimia yang terbentuk sendirinya melalui proses alam. Bahan kimia alami sering disebut bahan alami. Bahan kimia alami biasanya bersifat ramah lingkungan.
2.     Bahan kimia buatan adalah bahan kimia yang terbentuk sebagai hasil olahan manusia. Bahan kimia buatan inilah yang dalam kehidupan sehari-hari sering disebut bahan kimia. Bahan kimia buatan biasanya menimbulkan berbagai efek samping.
·        Bahan Kimia yang Banyak Digunakan dalam Kehidupan Sehari-hari
1.     Sabun Mandi dan Sabun Cuci
Mengapa pada saat Anda mandi harus menggunakan sabun mandi ? Sabun mandi apakah yang paling anda suka ? sabun mandi yang wangi  atau sabun mandi yang member perlindungan tubuh dari berbagai macam kuman penyakit ?
Sabun merupakan senyawa yang memiliki daya bersih lebih kuat dari pada air. Sabun merupakan senyawa garam kalium atau natrium dari asam-asam organik, seperti asam stearat atau asam palmitat.
Biasanya sabun terbuat dari lemak hewan atau lemak tumbuhan yang direaksikan dengan natrium hidroksida (soda api) atau kalium hidroksida yng termasuk basa kuat. Reaksi pembuatan sabun disebut saponifikasi (penyabunan). Penyabunan antara lemak hewan atau lemak tumbuhan dan natrium hidroksida akan menghasikan sabun yang lebih keras daripada penyabunan antara lemak dan kalium hidroksida. Sabun yang keras biasanya digunakan sebagai pembersih pakaian, sedangkan sabun yang lebih lunak digunakan sebagai sabun mandi.
Sabun biasanya ditambah dengan bahan-bahan lain yang dapat menambah keistimewaan, biasanya beraroma harum, menghaluskan, dan mengandung antiseptik, berwarna menarik, dan sebagainya.
Mengapa sabun dapat membersihkan tubuh dan pakaian kita ? Secara kimia, sususan molekul pada sabun terdiri dari dua bagian, yaitu bagian hidrofil dan bagian hidrofob. Kedua bagian ini mempunyai kecenderungan yang berbeda ; hidrofil cenderung medekati air dan menjauhi lemak, sedangkan hidrofob cenderung mendekati lemak dan menjauhi air. Sabun mempunyai struktur molekul C17 H35 COO Na+ (natrium stearat). Pada sturktur C17 H35 berperan sebagai hidrofob, sedangkan COO Na+ sebagai hidrofil. Sifat dari kedua bagian inilah yang menyebabkan kotoran lemak dapat terangkat dari kulit atau pakaian, kemudian diikat oleh molekul sabun, dan akhirnya larut dalam air.
2.     Detergen

Sebagian orang lebih memilih mencuci menggunakan detegen daripada menggunakan  sabun cuci. Tahukah Anda alasan orang memilih detergen  disbanding sabun cuci ? Detergen memiliki kelebihan dalam hal mencuci pakaian bila dibanding sabun cuci. Hal ini karena pada sabun, partikel terkecilnya dapat bergabung dengan mineral air, misalnya magnesium, kalium, dan natrium. Akibatnya akan terlihat bercak-bercak kuning pada baju atau kain. Selain itu sabun tidak dapat menimbulkan busa pada air sadah (air yang banyak mengandung kalsium dan magnesium). Padahal busa (buih) berfungsi untuk mencegah kotoran yang sudah terangkat mengendap lagi kepakaian. Detergen mempunyai daya bersih yang lebih baik dibanding sabun cuci karena komponen utama detergen adalah surfaktan yang mempunyai daya pembersih kuat, mampu membasahkan, mengendurkan, dan mengangkat kotoran.
Bagaimana pengaruh penggunaan bahan kimia dalam detergen ? Limbah detergen menimbulkan buih diadan-badan air seperti sungaan dan danau. Hal ini terjadi akibat molekul detergen tersebut berupa rantai bercabang yang sukar diuraikan oleh mikrooganisme (nonbiodegradable) seperti ABS. tetapi sekarang sudah ada detergen molekul rantai lurus sehingga lebih muda diuraikan dalam lingkungan (biodegradable) seperti LAS. Tetapi LAS hanya dapat diuraikan dalam lingkungan aerob (oksigen cukup), dalam lingkungan yang tercemar berat seperti selokan/got, LAS tidak mengalami penguraian.
Bahan aditif detergen yang biasa digunakan adalah STTP (Sodium Tripolyphosphat). STTP adalah bahan aditif yang dimaksudkan untuk mengatasi kesadahan dan mencegah kotoran melekat lagi dibahan yang dicuci. Akan tetapi dalam STTP terkandung fosfat, nutrisi yang diperlukan tumbuhan. Apabila terlalu banyak detergen yang dibuang keperairan mengakibatkan terpacunya perkembangan tumbuhan air seperti ganggang dan eceng gondok. Jika terlalu banyak ganggang dan eceng gondok maka kadar oksigen dalam perairan akan semakin menipis bahkan habis. Hal ini akan mematikan semua organisme, seperti ikan dan hewan air yang hidup diperairan tersebut karena kekurangan oksigen.
3.     Pasta Gigi

Pasta gigi juga termasuk pembersih. Bahan utama pasta gigi adalah kalium hidroksida (KOH) dan gliserin (lemak) sebagai pengganti minyak sawit atau minyak kelapa , kemudian ditambahkan kalsium dan fluor.
Sebagai pengental digunakan bahan tepung. Rasa segar dan manis pada pasta gigi berasal dari zat aditif berupa mint atau mentol dan pemanis. Pasta gigi juga menggunakan bahan pengawet, umumnya berupa natrium karbonat.
4.     Sampo
Sampo dibuat dari bahan baku yang sama dengan bahan baku untuk membuat sabun. Namun komposisinya disesuaikan untuk perawatan rambut. Pada pembuatan sampo, biasanya didalam sampo ditambahkan zat aditif, seperti bahan antiketombe, bahan penyubur rambut, dan bahan penghitam rambut, dan bahan penguat rambut.
5.     Pembersih Lantai

Bahan aktif yang digunakan dalam pembersih lantai adalah desinfektan (pembasmi serangga), seperti ferol atau asam karbolat heksil resorsinol, kresol, benzalkonium klorida. Apa pengaruh bahan aktif tersebut ? Fenol tergolong sangat beracun dan merusak kulit, benzalkonium klorida bersifat kaustik dan korosif  dapat menyebabkan lika bakar (larutan 10 %).

6.     Pemutih (bleaches)

Larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaCIO), sedang bubuk pemutih mengandung kalsium hipoklorit (Ca(CIO)2). Bagaimana pengaruh senyawa hipoklorit tersebut ? Hipoklorit mudah melepaskan klorin yang dalam kadar tinggi dapat merusak pakaian, tidak baik untuk bahan polyester karena memberi kesan kuning. Mencampur pemutih dengan berbagai bahan rumah tangga lainnya dapat sangat berbahaya karena mengahasilkan gas klorin yang merusak saluran pernapasan, jika konsentrasinya cukup besar dapat mematikan.
7.     Pewangi

Selain etil alkohol sebagai bahan pelarut, komposisi pada bahan pewangi sering ditambahkan zat-zat seperti aseton yang dapat menyebabkan kekeringan mulut dan tenggorokan, kerusakan pita suara, mengantuk, dan depresi. Benzaldehid mmiliki efek narkotik dan iritasi pada kulit, mata, mulut, dan tenggorokan. Benzilasetat bersifat karnisogen, cairannya dapat meresap kedalam sistem tubuh melalui kulit dan uapnya dapat menyebabkan iritasi mata. Benzil alkohol menyebabkan iritasi saluran pernapasan bagian atas dan penurunan tekanan darah. Etil asetat berifat narkotik, merusak hati, dan menyebabkan anemia.
8.     Bahan Pembasmi Kuman dan Serangga
Dalam kehidupan sehari-hari bahan pembasmi kuman dan serangga disebu juga disinfekta. Bahan utama penyusun disinfekta adalah karbol. Bahan pembasmi serangga disebut insektisida berupa garam-garam beracun seperti arsenat, klorin, DDt, endrin, dan fluorida. Penggunaan secara terus-menerus menimbulkan resistensi pada serangga, artinya : serangga tidak mati jika tidak dengan dosis dan kualitas yang lebih tinggi.
9.     Bahan Bakar Rumah Tangga
Sekarang ini bahan bakar rumah tangga yang sering digunakan adalah minyak tanah dan gas.  Selain mudah diperoleh, pemakaiannya juga lebih efisien, lebih bersih, lebih aman, serta tidak menimbulkan polusi, terutama bahan bakar gas. Minyak tanah dan gas yang dipakai dalam rumah tangga, bensin, dan solar yang dipakai sebagai bahan bakar mesin berasal dari minyak bumi. Minyak bumi dikeluarkan dari bumi dengan cara dipompa kemudian dipisahkan dari senyawa lain nonhidrokarbon, dan disuling.
 
Cool Blue Outer Glow PointerCool Blue Outer Glow PointerFlaming Arrow Glitter Purple