Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

warna-warni

kunjungan anda

gelembung

cursor

Mini Rage Face Cuteness Overload Smiley

Blogroll

Translate

Pengikut

RSS

Pages

Pesona Alam Gunung Batu Lawang





Gunung ini merupakan gunung dengan udara yang masih segar, udara segar yang belum tercampur dengan polusi.
Bukit ini sangat cocok untuk dikunjungi penggemar hiking, karena medannya yang lebih landai dan keindahan alam yang menghiasi sepanjang perjalanan.
Dari gunung ini anda dapat melihat pemandangan yang ada di Kota Cilegon. Gunung yang berada di wilayah Gerem – Merak dengan lingkungan alam yang masih alami, sejuk dan segar merupakan atraksi utamanya.
Sebagai daya tarik dari obyek wisata ini adalah panorama keindahan Kota Cilegon. Walaupun ketinggiannya tidak melebihi 100 meter, namun lingkungan alamnya masih asli dan dan udaranya segar, yang membuat kita ingin berlama-lama di obyek wisata ini.
Bagi Anda yang menyukai tantangan dapat mengunjungi obyek wisata gunung Batu Lawang. Dari gunung tersebut akan terlihat indah dan menakjubkan bangunan-bangunan.
Dan tempat wisata lain yang berdiri di Kota Cilegon. Di sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi dengan panorama pegunungan yang indah dan mempesona.



sumber : wartanews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pesona Alam Danau Sekar Biru


Danau Sekar Biru ini berada di sekitar Taman Salim Perumnas Desa Sekar Biru Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat.
Beberapa tahun terakhir sekitar danau ini diadakan perlombaan diantaranya Motorcross.
Tempat ini memang sangat indah dan menarik dijadikan tempat wisata. Namun danau ini berwarna biru, jadi agak aneh tapi bukan karena legenda apa-apa, hanya peristiwa alam, mungkin pantulan sinar matahari ke dasar kolong yang berdinding tanah kaolin (tanah liat galian timah).
Namun walau bagaimana Sekar Biru amat menarik dijadikan objek wisata.



sumber : wartanews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Danau Kelimutu, Tiga Warna Sejuta Pesona


Bagi anda yang hobi melakukan aktivitas alam, lakukanlah perjalanan ke Danau Tiga Warna, Kelimutu, yang berada di utara pulau Flores, tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Moni, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Menurut beberapa sumber yang ditemui, waktu terbaik menikmati pemandangan di danau alami yang terletak di atas Gunung Kelimutu itu adalah pagi hari saat matahari terbit.
Perjalanan dapat ditempuh dari kota Ende yang memakan waktu kurang lebih dua jam dengan kecepatan standar. Untuk mendapatkan pemandangan sunrise yang menakjubkan, anda harus berangkat sekitar pukul 03.30 Wita.
Akses transportasi menuju ke danau tersebut tidak begitu mudah, namun wisatawan lokal maupun asing biasa memilih untuk menyewa kendaraan lewat agen-agen wisata setempat, atau jika pandai mendekati masyarakat lokal, tidak sulit kita bisa menyewa sepeda motor mereka. Tapi jangan lupa untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelumnya, jangan sampai wisata anda terganggu oleh kendala teknis yang diakibatkan karena kelalaian kita sendiri.
Atau jika kita tidak ingin terburu-buru berangkat dini hari, bisa juga memilih untuk menginap di beberapa home stay yang dikelola oleh penduduk sekitar dengan kisaran harga Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Atau kita juga bisa menginap di cottage yang disediakan pemerintah setempat dengan kisaran harga Rp 50.000 hingga Rp 75.000. Semua tergantung kebutuhan anda.
Kurang lebih dua jam menyusuri jalan berkelok-kelok, jurang dan tebing di sisi-sisinya, serta kondisi jalanan yang kurang begitu mulus di beberapa bagian hingga kita bisa sampai di Kampung Moni, kampung yang terletak di kaki Gunung Kelimutu. Hawa dingin menyengat hingga ke tulang, pakaian tebal menjadi kewajiban bagi perjalanan kali ini. Oleh sebab itu, bagi anda yang memiliki alergi dingin, disarankan untuk memakai pakaian yang tebal.
Dari Kampung Moni, danau yang pernah masuk nominasi keajaiban dunia itu tinggal berjarak tempuh 45 menit saja. Jalan yang dilalui pun mulai menyempit dan menanjak. Namun pemandangan alam di sisi kiri dan kanan menjadi obat lelah dan membuat perjalanan penuh tantangan ini terasa menyenangkan.
Untuk memasuki taman nasional Kelimutu ini, kita hanya membayar retribusi sebesar Rp 2.000 saja. Untuk sampai ke bibir danau, kita masih harus menapaki anak tangga dan jalan bebatuan kurang lebih 20 menit. Kicauan burung dan suara serangga hutan menemani tiap langkah menuju danau yang terletak 1.690 meter di atas permukaan laut itu hingga kita sampai di titik pandang.
Tergores ciptaan Yang Maha Esa di depan mata, tiga danau berbentuk kawah yang terpisah di sisi kiri dan kanan. Jika disesuaikan dengan pandangan mata, danau di sebelah kiri berwarna hitam kecoklatan atau dalam bahasa daerah disebut Tiwu Ata Mbupu yang menurut kepercayaan masyarakat lokal, danau tersebut adalah persinggahan arwah-arwah orang tua.
Sedang yang di sebelah kanan, terdapat dua danau terpisah tebing tipis. Yang berwarna biru muda masyarakat lokal menyebutnya Tiwu Nuwa Muri Ko'o Fai atau danau persemayaman arwah muda-mudi, sedang yang paling kanan berwarna hijau tua bernama Tiwu Ata Polo, yang dipercaya sebagai persemayaman arwah orang-orang jahat.
Menurut warga lokal yang menemani di situ, anda termasuk orang yang beruntung jika dalam perjalanan bertemu seekor kera. Masyarakat setempat percaya bahwa danau tersebut adalah danau keramat dan memberikan kesuburan pada daerah sekitarnya, maka tak jarang sering diadakan upacara adat di danau tersebut di mana masyarakat memberikan persembahan hasil bumi kepada arwah di danau tersebut.
Perubahan alam dan kepercayaan abadi
Gunung Kelimutu pernah meletus pada tahun 1886 dan meninggalkan tiga kawah berbentuk danau yang warna airnya dapat berubah-ubah secara tak terduga, sesuai dengan kandungan mineral dan cuaca. Perubahan tak terduga warna air danau tersebut menjadikan misteri tersendiri yang belum mampu dipecahkan hingga sekarang.
Patut diketahui, dahulu danau ini pernah berwarna merah, putih dan biru. Bagai dua sisi mata uang yang tak mampu dipisahkan, perubahan alami berjalan harmonis dengan kepercayaan abadi masyarakat lokal membuat danau ajaib ini menjadi daya tarik sendiri bagi semua orang, terkhusus bagi anda penggiat alam bebas dan penggemar pemandangan alam.



sumber :travel.kompas.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Danau Lindung Empangau Juara Nasional

 
 
PONTIANAK - Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Danau Lindung Empangau, Bunut Hilir, Kapuas Hulu menjadi juara Pokmaswas tingkat nasional tahun 2011. Mereka dinilai berhasil pada aspek sosial berupa penegakkan aturan pelestarian dan pemanfaatan perikanan yang jadi konsensus bersama sebagai hukum adat.  “Masyarakat Nanga Empangau juga menerapkan sistem pengelolaan danau berupa zonasi inti perlindungan, zona penyangga, serta zona pemanfaatan sebagai andalan mata pencaharian termasuk menjaga eksistensi arwana merah sebagai ikan khas Kalbar,” ujar Kabid KP3K dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Dionisius Endy.

Melalui Surat Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan tanggal 16 November 2011, Danau Lindung Empangau ditetapkan bahwa sebagai juara Pokmaswas nasional 2011. Edny mengatakan, hal tersebut apresiasi bagi Kalbar terhadap potensi sumberdaya alam khususnya sektor kelautan dan perikanan. “Sekaligus pengakuan tertinggi bagi sumberdaya manusia terutama keberhasilan kelompok masyarakat pengawas perikanan berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.

Pada upacara peringatan Hari Nusantara di Dumai Provinsi Riau 13 Desember 2011 nanti, Pokwanas Danau Lindung Empangau akan mendapatkan penghargaan. Hari Nusantara merupakan peringatan bersejarah berdasarkan Deklarasi Djuanda saat dicetuskan 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia, Djuanda Kartawidjaja. Deklarasi Djuanda menyatakan secara tegas kepada dunia, bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia sebagai kesatuan NKRI, atau Negara Nusantara (Archipelagic State).

“Untuk tahun ini telah diagendakan kehadiran Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono selaku inspektur upacara Hari Nusantara di Dumai, dilanjutkan pemberian penghargaan termasuk kepada Juara Pokmaswas 2011 dari Kalbar,” ucap Endy.  Salah satu kearifan lokal dalam perlindungan Danau Empangau adalah surat perjanjian masyarakat sekitar. Endy menyitir salah satu perjanjian tersebut.

Dengan ini saya bernama SY, laki-laki umur 32 tahun, pekerjaan swasta, bertempat tinggal di Dusun Nanga Empangau, Desa Teluk Aur Kecamatan Bunut Hilir. Menyerahkan beberapa jenis dari harta saya untuk pembayaran denda atas perbuatan mencuri satu ekor induk ikan siluk di Danau Lindung Nanga Empangau. Adapun sebagai pembayaran adalah : (1) Satu bidang kebun di Kirin Pantak; (2) Satu set televisi beserta digital; dan (3) Sampan berikut mesin suzuki 2,2 PK. Demikian surat ini dibuat di hadapan kepala Desa Teluk Aur, Ketua Kontak Tani Nelayan Nanga Empangau, serta pemuka masyarakat tanggal 16 Januari 2006. “Cuplikan surat perjanjian tersebut adalah bukti dari pemberdayaan kearifan lokal yang masih tetap berlaku,” katanya.(hen)



sumber : pontianakpost.com
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pantai Sorake, Idaman Peselancar Dunia




PANTAI Sorake sangat poluler sebagai salah satu Pariwisata Indonesia, khususnya untuk para peselancar. Ombaknya, terbaik di dunia setelah Hawai. Pantai Sorake terletak di Desa Botohilitano, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, atau sekitar 125km sebelah barat Pulau Sumatera. 

Meski keberadaannya terpencil, tak membuat para wisatawan dosmetik mengurungkan niat mereka untuk berkunjung. Pesona pemandangan alamnya seakan memberiakan kesan kedamaian, disempurnakan pula dengan suara desiran ombak yang membentur karang di pinggiran pantai. 

Keistimewaan Pantai Sorake terdapat pada gelombang ombaknya yang tinggi dan tak terpengaruh oleh arah mata angin serta pasang surut air laut. Letaknya yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia membuat ketinggian ombaknya mencapai 3 - 5 meter. Ombak pantainya memiliki lima tingkatan yang tak dimiliki oleh pantai-pantai lain di dunia. 

Uniknya di sini tidak ada pasir yang melandai dan lebih banyak terdapat batu karang yang bertebaran hampir di seluruh pinggiran pantai. 

Saat acara kejuaraan internasional selancar yang biasanya di selenggarakan pada bulan Juni dan Juli, pantai kerap dipadati pengunjung karena pada bulan tersebut kondisi ombak sedang tinggi-tingginya. 

Jika ingin menggapai tempat ini menggunakan jalur darat, dibutuhkan sekitar satu malam dari Medan menuju Sibolga. Dilanjutkan dengan menggunakan kapal laut selama kurang satu malam untuk tiba di Pantai Saroke. Sedangkan untuk jalan udara hanya sekitar 55 menit dari Bandar Udara Polonia Medan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pulau Cubadak, Pesona Bahari yang Tersembunyi



PULAU Cubadak, salah satu dari puluhan pulau kecil di lepas pantai Sumatra Barat, masih belum banyak dikenal. Padahal, pulau yang dijuluki sebagai Paradiso Village ini memiliki pesona bahari yang menakjubkan.

Sejumlah villa yang menghiasi pinggir pantainya berbahan dasar kayu dengan atap dari daun palam. Bangunan villa tertata rapi menghadap ke laut. Kebanyakan perabotannya terbuat dari rotan dan kayu. Sedangkan untuk karpet, alas meja, selimutnya terbuat dari tenunan tangan.

Setiap villa terdiri atas beranda, kamar tidur, tempat tidur dengan kelambu (khusus di lantai dua), kamar mandi besar denga air panas dan dingin. Bila ingin minum, bisa mengambil langsung dari wastafel. Hal ini memudahkan wisatawan yang berkunjung ke desa.

Olahraga air yang menjadi andalan bagi para wisatawan adalah menyelam. Jika ingin melakukan penyelaman namun belum berpengalaman, tersedia instruktur bersertifikat internasional yang siap melatih dan memberikan panduan.

Aktivitas air lainnya yang sayang untuk dilewatkan diantaranya berselancar angin, berlayar, snorkeling, ski air atau naik kano. Sayangnya pulau Cubadak tidak menyediakan alat untuk kegiatan jet ski karena suara yang dihasilkan dari transportasi tersebut akan mengganggu ketenangan para tamu.

Selain menghabiskan waktu di kawasan perairannya, menjelajahi pulau juga menjadi pilihan yang tak kalah menarik. Pulau Cubadak masih memiliki hutan lebat dengan bukit runcing yang tak terlalu tinggi. Meski bukitnya bertekstur berliku, cukup terbilang aman bila anda ingin melakukan pendakian.






sumber : metrotvnews

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pulau Misool, 'Surga' Terindah di Raja Ampat



Sepertinya Papua tak pernah kehabisan untuk dijelajah. Selain kekayaan mineral dan hutannya, tempat-tempat indah di kawasan paling Timur di Indonesia ini menyimpan sejumlah 'surga' yang masih tersembunyi.

Salah satunya yang bisa kita nikmati adalah Pulau Misool di Raja Ampat. Pulau Misool dekat dengan kota Sorong, Papua Barat. Pulau ini adalah salah satu yang terindah di daerah Raja Ampat. Wilayahnya terbagi atas dua bagian, Misool Timur Selatan dan Misool Barat, letaknya pun berbatasan dengan Laut Seram.

Daerah ini memiliki keanekaragaman budaya, adat, laut dan darat yang begitu terkenal di dunia. Misool termasuk daerah segitiga karang dunia. Puluhan ikan hias pun banyak ditemukan di sini atau setidaknya ada sekitar 75% di dalam laut.

Ini merupakan wilayah laut lepas yang sangat luas, sekaligus menjadi jalur terpenting bagi ikan paus dan gurita melintas. Menurut informasi dari warga setempat, gurita sering terlihat di malam hari sedangkan ikan paus di siang hari.

Jangan heran jika Anda akan menemukan hewan-hewan laut besar lainnya di Pulau Misool yang mungkin sudah dikategorikan punah di dunia. (MI/*)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS